Aku Sedang Ingin Berbicara Omong Kosong

 Sebagaimana telah kutulis habis monolog ini, aku tahu ini takkan pernah terbaca. Dan sedang kini diammu, kuanggap saja sebagai bentuk mengiyakan. Adalah aku, kuberitahu. Aku hanya belum bisa berkata dengan apa yang kau anggap benar. Sebuah kesalahan di masa lalu tanpa sengaja tertanam dalam diriku menjadi bahasa dari ketakutan yang mungkin kau takkan pernah tahu. Kala itu, ketika kau memintaku untuk berbicara, namun tak sekalipun kau dengar, ketika kau meminta untuk menggunakan seluruh kata yang kupunya, kau menganggapku berbeda hanya karena menempatkannya pada kertas ketimbang lisan, dan ketika kau memintaku untuk memahami apa maumu tanpa kau sendiri pahami apa mauku. Sesekali aku ingin membela diri. Bahwa kau harus mengerti, apabila kelak aku memilih pergi dan berdiam diri adalah timbal balik dari sebab-akibat yang kau ciptakan sendiri. Mungkin dengan begini kau sedikit tahu, tentang keadaanku yang kelak sulit kau tebak akhir muaranya. Untuk itu maafkanlah aku. Maafkanlah aku, dan segala kekacauanku. Maafkanlah omong kosongku dengan bahasa yang kau takkan mungkin pernah tahu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: