Kebisingan Layak Didengar

Seseorang di meja rias,
Ia amati sendiri wajahnya di balik cermin usang
Di sela sudut rupa, dihinggap warna-warni polesan warna
“Ini nggak murah, ada harga yang kubayar untuk tiap goresnya”
Dan tubuhnya, mengiyakan tuturnya

Seseorang di depan tungku api,
Tangannya yang mungil sibuk saban hari
Meracik pangan, untuk disuapkan pada anak dan suami
“Makanlah ini, agar taburan penyedap tak sia-sia jadi emosi”
Dan sayurannya, mengiyakan tuturnya

Seseorang di atas ranjang kamar
Tubuhnya menggeliat, dan derit kasur serupa nyanyian malam
Tangan-tangan hinggap di pucuk payudara, lelaki itu menyatapnya
“Jika benih pun tak berbuah, matilah aku jadi gara-garanya”
Dan mertuanya, mengiyakan tuturnya
Lalu pada sempitnya gerak seseorang itu pada dunia, ia bertanya pada duduk salahnya

Dan lelaki itu menjawab, sambil tertawa

“karena kamu adalah perempuan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: